Senin, 06 Agustus 2018

Kamis, 02 Agustus 2018

Selamat Jalan Sahabatku ( Rohmat Bahtiar) Sahabat Kita Semua
Perpindahan saya dari Kabupaten Ende Pulau Flores Propinsi Nusa Tenggara Timur ke Kabupaten Nganjuk pada  Tahun 2009 menjadi awal saya bertemu dengan Syaikh Puji. Syaikh Puji begitu teman-teman memanggilnya, padahal nama aslinya Rohmat Bahtiar. Lelaki periang dan tambun selalu bersahaja, dengan senyum ramahnya. Kenapa dipanggil Syaikh Puji karena wajahnya mirip dengan Syaikh Puji yang menikahi anak di bawah umur. Lutfiana Ulfa yang masih berusia 12 tahun, waktu itu, tahun 2009 media dihebohkan dengan pemberitaan tentang Syaikh Puji, makanya Rohmat Bahtiar dipanggil Syaikh Puji. Rohmat Bahtiar atau Syaikh Puji  7 tahun menjadi Senior Fasilitator di Kabupaten Nganjuk. April 2017 setelah ada assessment baru pindah di Kabupaten Kediri. 
 Sungguh di luar nalar manusia, kehendak Tuhan yang kuasa tak bisa dibendungngya. Hari rabu Jam 9 pagi (1/8) Tuhan telah memanggil untuk menghadap keharibaan-Nya. Seolah denyut nadi ini berhenti berdetak, saat ada informasi bahwa kabar Syaikh  Puji telah meninggal. Hanifa sebagai Askot UP dan Ellyn Askot MK menghubungiku saat perjalanan  ke Nganjuk bersama rombogan Tim Koorkot melalui whatssap menanyakan kabar yang sudah beredar digroup Kediri. Kebetulan di Kabupaten Nganjuk ada pertemuan All Team Fasilitator untuk melakukan bedah modul pelatihan PKM. Saat dikonfirmasi  kepada salah satu Fasilitator Kediri, ternyata benar, Syaikh Puji atau Rohmat Bahtiar sudah pergi untuk selamanya. Meninggalkan kita semua, meninggalkan tiga anaknya yang masih belia. Allah karim, ketiga anaknya yang masih belia harus hidup jauh dari belai kasih sayang orang tuanya. Ibunya 7 bulan lalu menjadi TKW. Anak yang pertama perempuan berusia 10 tahun kelas 5 SD, anak nomor 2 laki-laki berusia 8 tahun  kelas 2 SD, dan yang ketiga masih TK. 

 Tak ada yang bisa menunda kematian itu, kecuali Allah Tuhan sang pencipta, sebagaimana firmannya “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya (QS. Al-'A`raf [7] : 34) siapa yang menyangka Syaikh Puji yang periang itu dipaggil Tuhan untuk selamanya, penyakit biasa dalam bahasa orang awam yang jauh dari nyawa. Penyakit bisul (udun, jawa) yang menyebabkan demam tinggi sehingga pada malam sabtu  (26/7/18) harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri (greges:jawa) bahkan kata teman-teman yang menjeguk almarhum masih guyon seperti tidak ada tanda-tanda penyakit serius. Hasil diagnose dokter ternyata ada penyakit lemah jantung, diabetes dan darah tinggi. Allah lebih sayang kepadamu sahabatku
Sekitar jam 12.00  jenazah disholatkan, teman-teman fasilitator dari team Nganjuk, Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jombang ikut menyolatkan sampai prosesi pemakaman selesai, teman-teman yang mengantar ke pemakaman ada yang lansung pulang, tetapi hampir semua teman-teman fasilitator sahabat Syaikh Puji masih kembali kerumah duka. Rumah duka, duka keluarga Syaikh Puji, istri Syaikh Puji, duka kita semua. Mungkin yang tidak sedih bahkan menangispun tidak adalah anaknya  Syaikh Puji yang masih usia 4 tahun. saat dikasih tahu oleh Bu De-nya (bibi) bahwa ayahnya meninggal, dengan ceria ia bilang bapaknya masih muda tidak mungkin meninggal. Itulah anak kecil karena ketidaktahuannya ia seolah tidak punya beban apa-apa.

Di rumah duka, saya dan teman-teman masih berkerumun duduk dikursi yang disediakan di halaman rumahnya. Bersama teman-teman fasilitator ngobrol-ngobrol tentang kebiasaan ngopi dengan Syaihk Puji. Saya bertanya keteman-teman di mana anaknya, anak yang pertama perempuan duduk dikursi menggunakan jilbab putih seragam sekolah, duduk seorang diri, di depan rumah Bu De-nya sebelah barat rumahnya. saya tidak tahu apa yang berkecamuk dalam pikirannya. Sementara kedua adiknya tidak kelihatan. Mungkin di dalam rumah pikirku. Saat satu-persatu berpamitan pulang dan bersalaman, saya juga ikut berpamitan ke Bu De-nya dan Pak De-nya termasuk bersalaman ke anak Syaikh Puji, sabar ya nak kataku sambil membelai kepalanya, hanya anggukan kecil dari seorang anak yatim,  seolah pasrah dengan Takdir Tuhan yang dipundakkan kepada dirinya dan adik-adiknya yang belia.

Rohmat Bahtiar telah pergi, lantas bagaimana nasib anaknya, masa depannya, nasib pendidikanya. Kami dan teman-teman Fasilitator Nganjuk bersepakat agar dana sosial yang tiap bulan dihimpun untuk diinfaqkan ke putra putri Syaikh Puji. Dalam rapat Tim Korkot juga dibahas, bagaimana nasib anaknya, masa depan pendidikannya. Zidni Nasai yang menjadi Askot Mandiri Kabupaten Kediri atasannya Syaikh Puji diamanahi oleh Tim Koorkot agar bermusyawarah dengan pihak keluarga. Apakah anaknya diasuh sendiri atau diasuh oleh salah satu panti Yatim yang ada di Kota Kediri.
  Merawat anak yatim adalah tugas mulya, tidak heran Tuhan  menegaskan dalam Firmannya. dalam Surat Al Baqarah ayat 177. Menghadapkan wajahmu ke arah timur atau barat itu bukanlah suatu kesempurnaan, tapi sesungguhnya yang sempurna adalah orang yang beriman kepada Allah dan kepada Nabi-Nya, serta memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak yatim, orang miskin, ibnu sabil, orang yang meminta-minta dan membebaskan hamba sahaya, dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Begitu juga yang disampaikan Rosullullah bersabda diriwayatkan Bukhari. Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini" , kemudian beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, serta agak merenggangkan keduanya.Pesan kenabian ini menegaskan bahwa merawat, memikirkan dan memilihara anak yatim adalah ibadah sosial yang secara dogamtis tak perlu diragukan. Tentu kita semua tidak mau dinilai orang yang mendustakan agama, di mana salah satunya adalah menindas anak yatim.  Jika pembaca yang budiman ingin menjadi bagian dari gerakan perduli anak yatim dari saudara kita, sahabat kita. Semoga amal dan donasi kita menjadi amal sholeh dan menjadi washilah untuk mengantarkan kita ke Surga.Amin. bagi yang ingin menginfaqkan sebagian harta kita,bisa langsung ditransfer ke rekening saudara Ahmad Farhul Hidayah. Bank Jatim 0062098881.
Penulis adalah sahabat dan teman ngopi Syaikh Puji


Selasa, 31 Juli 2018

Meraih Harapan dengan Optimalisasi KSM P2BM,
Kertosono, Beberapa waktu ini di Kabupaten Nganjuk sedang ramai tentang beralihnya fungsi  fasilitator menjadi Debt Collector yang ikut berjuang bersama LKM dan UPK (unit Pengelola Keuangan) LKM untuk menurunkan tingkat kemacetan dibeberapa KSM.  hal tersebut  mau tidak mau dilakukan agar kemacetan yang terjadi di UPK bisa berkurang.  Keterlibatan fasilitator dalam menagih KSM macet lantaran keberfungsian UPK dan kelembagaan LKM sebagai pengelola dan pengendali  kegiatan di mana salah satunya ekonomi bergulir mengalami  disfungsi. Diperparah lagi kerjasama LKM dan Pemerintah Desa/Kelurahan yang kurang maksimal.
Pada sisi lain yang menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua adalah mengembangkan KSM P2BM (Pengembangan Penghidupan Berbasis Masyarakat) yang memiliki lima dasar sebagai acuan untuk kelompok atau dikenal dengan Panca Sutra yaitu 1. Pertemuan Rutin, 2. Tabungan, 3. Pembukuan/Pencatatan, 4.Pinjaman dan 5. Pengembalian. Tujuan dari terbentuknya KSM P2BM ini adalah agar masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) dapat mengetahui dan mengembangkan potensi yang ada di desanya. Salah alasan mendasar mengenai KSM panca sutra adalah 

Pertama kenapa harus menerapkan pertemuan rutin? Pertemuan rutin adalah tempat untuk kita berdiskusi dan saling memberi pencerahan potensi yang ada dalam pribadi setiap anggota, tidak hanya itu pertemuan rutin juga bisa menjadi ajang untuk menentukan langkah startegis ke depan, agar pembentukan kelompok KSM P2BM adalah benar-benar kelompok, bukan kerumunan atau gerombolan
Kedua Kenapa Harus Ada Tabungan? Tabungan menjadi hal yang mendasar untuk sebuah kelompok  Ketiga Kenapa harus ada pembukuaan/Pencatatan? Setiap perkumpulan yang mengelola uang atau melakukan transaksi harus ada pencatatan keluar masuknya uang tersebut agar tercapai azas transparansi dan akuntabel. Keempat kenapa harus ada Pinjaman? Setiap anggota kelompok yang memiliki usaha dan usaha tidak selalu mendapat keuntungan adakalanya usaha kekurangan modal, maka keuantungan dari berkelompok bisa mengakses pinjaman kepada kelompok tersebut sehingga usaha dari setiap anggota tersebut terus dapat berjalan tanpa meminjam kepada pihak lain yang memiliki bunga cukup besar. Kelima kenapa harus ada pengembalian? Pertanyaan terakhir ini mengacu pada pertanyaan yang keempat, karena jika setiap anggota melakukan pinjaman dan tidak ada pengembalian ini akan menghancurkan kelompok itu sendiri

Itulah lima azas yang harus dikembangkan oleh KSM P2BM (Pengembangan Penghidupan Berbasis Masyarakat) dengan lima azas tersebut diharapakan setiap desa memiliki kelompok minimal satu kelompok disetiap desa agar tercapai tujuan Penghidupan yang berkelanjutan (Livelihood) dan tidak ada kebingungan bersama tentang Potensi yang dimiliki desa.
Andrie wongso, salah satu motivator ulung yang dimiliki Indonesia mengatakan, tidak ada langkah seribu tanpa dimulai langkah satu. Dengan kata lain tidak ada kelompok besar jika tidak dimulai kelompok kecil. Salah satu kelompok kecil  dalam hal ini KSM  P2BM sebagai media berhimpunnya orang-orang yang memiliki etos dan kemauan belajar dalam meningkatkan dirinya melalui pertemuan itu.
KSM P2BM  diharapkan menjadi media berkumpulnya orang-orang kreatif dan inovatif sehingga kemandirian dan kesejahteraan sebagai cita-cita luhur bisa tercipta. Tentu kebersamaan, kekompakan, persamaan visi  tak semudah  yang kita bayangkan, tetapi bukan hal yang tidak bisa jika dilandasi dengan semangat belajar dan ikhtiar untuk meraih perubahan[]
 Penulis adalah Fasilitator Sosial Tim 1.10 Kec. Kertosono