Selasa, 20 Maret 2018

BERKREASI TIADA HENTI

Bang Salam
Penikmat Kopi

Ada buku menarik yang menyajikan ragam inspirasi dan motivasi bagi kita yang sering pasang surut dalam menjalani kehidupan.  Buku dengan judul Fulfilling Life setebal 338 yang ditulis oleh Parlindungan Merpaung menjadi salah satu buku Best Seller.  Dengan racikan bahasa yang lugas, renyah dan mudah dipahami seolah membaca buku ini seperti bercengkrama dengan wanita cantik atau laki-laki macho yang tak pernah bosan. Kita bisa membayangkan, siapa yang tidak betah ngobrol dengan wanita cantik, cerdas, ramah,rendah hati dan kaya wawasan serta suka diajak ngopi.  Begitu juga dengan buku ini.
Ada kata yang sengaja saya ambil dalam buku ini dalam halaman (218-219) yakni tentang kreatiftas, kenapa saya memilih diksi kata kreatifitas, karena dengan kreatifitas kita bisa survive  menghadapi tantangan hidup.  Penulis buku motivator Ketut Wiratama mengatakan bahwa yang menyalamatkan hidup itu bukan pendidikan, tetapi keterampilan, pernyataan ini ada benarnya meskipun tidak bisa ditelan mentah-mentah
Sama halnya dengan kreatifitas, Jika merujuk kata dasar dari kata kreatifitas, ia berasal dari bahsa sansekerta Kar, yang berarti membuat, mencipta dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Tidak ada yang tiba-tiba dalam hidup ini, tidak ada yang bimslabim di dunia ini. Semuanya karena lahir dari sebuah proses. Maka hanya orang yang kreatiflah yang mampu mencapai tujuan. Berkereasi menjadi modal utama dan pertama untuk meraih sesuatu. Sesuatu yang kebanyakan orang tak menduga, tak mengira tetapi dengan kreasi dan kerja keras tidak ada yang mustahil.
Andaikan Thomas Alva Edison menyerah dalam uji coba yang ke 999 kali  dan tidak melanjutkan uji coba yang ke 1000 kali, tida mungkin kita menikmati terangnya lampu hari ini. Penemu lampu pijar ini  di masa kecilnya selalu mendapat nilai buruk di sekolahnya dan akhirnya ibunya  memberhentikan dari sekolahnya dan mengajarinya di rumah sendiri.
Sekali lagi, kreatifitaslah yang bisa menyalamatkan, tanpa mengabaikan sang Kuasa. Seperti yang disampaikan psikolog modern William James untuk membandingkan rasa optimisme dari dalam, maka bandingkan potensi kita dengan kinerja kita sehari-hari. Joyce Wycoff mengatakan bahwa rata-rata manusia hanya menggunakan 0,1% dari potensi kreatifnya.