Kamis, 15 Maret 2018

KOORKOT 01 JOMBANG MELAKUKAN KBIK TIM FASILITATOR

Jangan berhenti belajar, karena orang yang berhenti belajar sama dengan mengabadikan kebodohan ( Imam Syafie) 


JOMBANG, Korkot Jombang melakukan KBIK mengenai Kolaborasi dan pengurangan kumuh. Pelaksanaan KBIK yang dilaksanakan pada hari rabu tanggal 14 Maret 2018 bertempat di Kantor koorkot, pelaksanaan KBIK dibagi dua tahap, jam 09.00-12.00 pesertanya Fasilitator Jombang, sementara jam 13.00-17.00 peserta KBIK terdiri dari Kabupaten Kediri, Kota Kediri dan Kabupaten Nganjuk. Sekitar 50 lebih peserta KBIK dengan guyub dan cermat dalam mengikuti materi KBIK.
Materi pertama langsung dipandu oleh Elok selaku Askot Kelembagaan dan Kolaborasi, materi  Kolaborasi berlangsung sekitar 30 menit kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab. Kolaborasi yang berjalan diprogram KOTAKU tentu jauh dari cita-cita ideal dan substansi kolaborasi, sehingga secara sumir kita mendengar, kita menjadi tukang klaim kolaborasi atau askot KK diplesetkan menjadi Askot klaim-klaim.
Suasana KBIK
Di tengah penyampaian materi, ada bahasa yang menggelitik disampaikan Elok, lebih mudah mendata, mencari data  atau mentracking kegiatan ketimbang mencari dana pembangunan kata Elok sebagai Askot Kelembagaan dan Kolaborasi. Hal itu disampaikan karena pekerjaan kedepan kita harus melakukan tracking kegiatan yang berkorelasi atau berkontribusi terhadap pengurangan luasan kumuh.
Oleh karena itu kolaborasi menjadi substansial dan core  dalam program KOTAKU agar penuntasan kumuh berjalan cepat dan tepat. Meskipun LKM dan masyarakat masih nyaman dan menikmati program seperti PNPM dimana dana tiap tahunnya pasti mengalir kerening LKM.


suasana KBIK
Tentu ini menjadi tantangan bagi kita dan program KOTAKU, bahwa untuk menuntaskan kumuh tidak harus didanai oleh pemerintah, keteribatan semua pihak menjadi mutlak dan niscaya.
Pada tahapan berikutnya materi teknis terkait pengurangan kumuh. Materi teknis disampaikan oleh Asmandat Chandra kadangkala bahasanya lebih pedes dari wajahnya, meskipun sebenarnya orangnya baik, mungkin karena materi yang punuh angka ini membuat mata sepet, belum lagi tagihan yang super mendadak dari program yang tak mengenal hari libur dan jam libur bersama keluarga.
Jika asmandat menyampaikan materi terkait kumuh, laptop dan flasdis harus menyala, begituah kira-kira jika asmandat menyampaikan materi[]