Sabtu, 17 Maret 2018

Menyingkap KSM FIKTIF di Desa Karang Tengah

Oleh. Marsiti*) 
Penulis adalah Fasilitator Ekonomi Tim 1.13 Kec. Bagor 

BAGOR, Senin,12 Maret 2018 13.30.
Suasana audit
Tahun Buku 2017 ini dilaksanankan Kantor Akuntan Publik (KAP)  Erfan dan Rahmawan dan waktunya Desa Karang Tengah mulai pukul 13.30 selesai jam 18.30.  Pemeriksaan demi pemeriksaan terus berlangsung. Saatnya pemeriksaan Kolektibilitas,melihat tingkat cadangan resiko pinjaman yang tinggi,auditor tertuju pada KSM-KSM yang berada di Kolek 5,dan dilihat tanggal pencairanya.Di sinilah awal keruwetan tersingkap, dari 25 KSM yang aktif ada 13 KSM yang berada di Kolek 5 tidak ada pergerakan. Pertanyaan dimulai diawali ke pemegang UPK yaitu Bu. Purbosari. Jawaban dara bu. Purbo bahwasanya kemacetan terjadi dikarenakan adanya proposal fiktif yang dilakukan Oleh UPK lama yaitu Bu. Lina.Inilah awal mula keruwetan di mulai, karena setelah diselesaikan secara kekeluargaan oleh pemerintah Desa, LKM, Pelaku yang didampingi oleh pendamping, ternyata yang dihitung hanya uang yg ada di KAS senilai 44.712.500. Sedang yang ada Kolektibilitas 13 KSM Harapan blm terhitung. Yang jd pertanyaan sekarang sisa pinjaman yang ada di kolektibilitas siapa yang mengakui...? . Dengan musyawarh untuk mufakat dan dihitung diakui sebagai pinjaman lain lain sebesar  44.712.500.. Seperti kita ketahui bersama bahwa pelaksanaan audit oleh akuntan publik (KAP) dilaksanaka tiap tahun. Hal ini penting sebagai bagian dari akuntablitas dan transparansi kepada masyarakat
konfirmasi ke rumah pak Modin
Dengan  pelaksaanan audit ini , semuanya tersingkap, misalnya, keruwetan yang terjadi di KSM Harapan. Saat auditor konfirmasi kepada UPK bu Purbosari,masalah udah di tutup dan diakui digunakan UPK  lama. Bu pur menyampaikan bahwa Fasilitator dan Asko MK menyampaikan bahwa penggunaan dana yang  ada di UPK lama, sudah sepengethauan askot MK. Tentu hal ini menjadi yang ganjil
Untuk menelusri KSM harapan, maka askot MK Ellyn Citra Putranti bersama Fasilitator Ekonomi Marsiti  dan auditor meminta untuk bertemu UPK lama, atau orang yang terdekat dengan UPK lama, mengingat UPK lama Bu. Lina sudah menjadi TKW di Taiwan. Karena belum ada titik temu maka  dengan nalar investigasinya Askot MK meminta UPK baru bu Purbosari untuk mengantar ke rumah UPK lama yang bisa di temui yaitu suaminya yang menjadi modin 
konfirmasi ke rumah Sumarni
. Dengan berbagai alasan bu Purbosari, tidak enak karena sebagai tetangga, sering ketemu, susah ditemui, takut dimarahai dan  berbagai alasan yang disampaikan bu Pur tidak menyurutkan  Audititor dan Askot MK untuk minta tolong diantar ke rumah pak Modin. Kekhwatiran Bu Pur kepada Bapak Modin ditanggapi kalem oleh Askot Mandiri Abdus Salam  yang juga mendampingi Auditor, Abdus Salam meminta Bu Pur mengantar ke depan rumah Bapak Modin tidak usah masuk ke rumah Bapak Modin jika takut dimarahi ujar Abdus salam kepada Bu Pur sebagai UPK baru,  dan akhirnya sampai juga dirumah pak Modin tepat jam 16.00, hampir satu jam di rumah Bapak Modin melakukan kroscek terkait KSM fiktif tersebut
Pak modin menyampaikan, dua tahun lalu saat penyerahan berkas UPK bahkan uang yang dipake UPK sudah saya bertanda tangan sebagai bentuk pertanggung jawaban, loo kok sekrang masih ada yang katanya tidak bayar, ujar pak modin, oleh karenanya  tidak adil jika ternyata uang guliran itu yang macet ternyata ada dimasyarakat bukan di UPK lama yaitu istri pak modin, oleh karenanya perlu untuk ditelusuri ksm harapan-harapan itu.
konfirmasi ke rumah Sunarsih
Sepulang dari pak modin sekitar jam 17.00 WIB ,kita  langsung melakukan konfirmasi  ke personal anggota KSM Harapan yang ternyata data anggota sudah ada di UPK Baru. Konfirmasi ke anggota KSM itu  diantaranya  ibu Sumarni, ibu Sunarsih, Ibu.Supartini. Ada pembelajaran berarrti bagi kita sebagai pendamping, melakukan investigasi untuk melakukan kroscek ke lapang adalah solusi terbaik untuk mengetahui suatu kebenaran. Pelajaran yang paling berharga adalah taat pada aturan itulah yang harus kita junjung tunggi sebagai pedoman untuk bertindak.Dengan berjalannya waktu dan kepercayaan yang telah diberikan disalah gunakan, karena adanya kedekata pendamping dengan pelaksana ,pinternya pembukuan, kurang verifikasi yang menjadi beberapa penyebab terjadinya KSM Fiktif.Kepercayaan KSM kepada petugas di salahgunakan meskipun KSM tidak melakukan pinjaman kembali. Langkah yang efektif untuk mengurai keruwetan adalah dengan konfirmasi langsung ke masyarakat, apabila data masih bisa didapatkan. Dari satu orang yang bisa kita konfirmasi akan mendapatkan informasi anggota KSM yang lain, karena kita menerapkan Tanggungrenteng[]