Rabu, 28 Maret 2018

PELATIHAN JURNALISTIK & SOSIALISASI PHBS

Tidak ada kata berhenti dalam belajar!”  
Itulah ungkapan yang ingin disematkan kepada seluruh pendamping fasilitator KOTAKU di Kabupaten Nganjuk. Lewatpelatihan Jurnalistik dan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih (PHBS)  yang digagas oleh Askot Madiri, pada hari Rabu (28-3-2018) bertempat di aula balai pertemuan Kelurahan Payaman Kecamatan Nganjuk pendamping KOTAKU diajak berselancar memperdalam ilmu jurnalistik wabil khusus ilmu menulis berita dan pengenalan penyakit  tuberculosis dan The human immunodeficiency virus ((TB dan HIV)
Acara pelatihan dimulai pukul 09.30 WIB di dahului dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kegiatan ini hadiri sekitar 30-an peserta, terdiri dari faskel KOTAKU se Kabupaten Nganjuk, FKA-LKM Kecamatan dan Kabupaten Nganjuk serta kepala Kelurahan Payaman. Turut hadir dalam acara tersebut Setiadi ketua forum Nganjuk Sehat sekaligus sebagai pembuka acara. Dalam sambutan pembukaanya, Setiadi mengapresiasi kegiatan pelatihan seperti ini karena sejalan dengan gerakan Nganjuk Sahat yang digagas ole Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk. “Saya sangat senang kegiatan semacam ini. Di Nganjuk juga ada gerakan Nganjuk Sehat”. Paparnya.
Lebih lanjut Setiadi menyampaikan, Gerakan Nganjuk Sehat bertujuan untuk memberikan informasi dan mengajak kepada masyarakat Nganjuk bahwa pola hidup bersih dan sehat harus menjadi kesadaran bersama masyarakat Nganjuk agar tidak rentan terhadap berbagai penyakit. Sementara itu hadir sebagai nara sumber pelatihan Jurnalistik dan Sosialisasi PHBS wartawan Jawa Pos-Radar Nganjuk Anwar Basalamah,  ST. dan Staf Data Colection LSM SSR TB HIV Care Aisyiyah Nganjuk, Yanwar Adi Saputra, Amd. Kep.
Dalam paparanya, Anwar Basalamah membeberkan kunci dasar membuat tulisan berita adalah 5W dan 1 H yakni What, When, Where, Who, Why dan How. Ini penting terutama bagi pemula, agar berita/tulisan yang disampaikan mudah dibaca dan difahami oleh orang.
Dalam dunia Jurnalistik dikenal dua jenis berita yaitu  Hard News dan Soft NewsHard Nesw papar wartaan Jawa Pos Radar Ngajuk bertubuh gempal diibaratkan sebagai berita “langsung pukul” dimana pembuatan beritanya langsung fokus pada kejadian atau peristiwa yang sedang berlangsung (hot issue). Sementara Soft News lebih diibaratkan sesuatu yang landai, berputar-putar. Artinya penulisan berita bisa dilakukan dengan banyak kata-kata atau prolog terlebih dulu sesuai dengan keinginan penulis.
Semantara sesi kedua Yanwar Adi Saputra, Amd. Kep.,menjelaskan bahwa Program Penanggulangan Tuberkulosis (TB) berbasis masyarakat merupakan bagian dari Program Penanggulangan TB  guna mendukung pembangunan kesehatan di Indonesia dan pencapaian target Millineum Development Goals (MDGs)  no 6 yakni penurunan angka penyebaran penyakit menular. Secara garis besar Yanwar Adi Saputra menjelaskan bahwa masyarakat harus tau dan faham apa itu TB agar terhindar dari penyakit tersebut, karena bisa beraibat fatal. “ini penting”; Paparnya. Lebih lanjut Yanwar memaparkan satu persatu apa itu TB, cara penularan, resiko penularan, pemeriksaan diagnosis TB, pengobatan TB, pencegahan TB, TB pada anak dan TB resisten obat.
Terakhir Kegiatan Penanggulangan Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Nganjuk mencakup 6 Kecamatan yaitu : Wilangan, Nganjuk, Baron, Sukomoro, Kertosono, dan Ngronggot, ujar Yanwar menutup presentasinya []