Kamis, 15 Maret 2018

Pembangunan Saluran dari Laba UPK

BAGOR. Desa Gandu yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Erfan dan Hermawan  pada hari selasa  13 Maret 2018 berjalan dengan lancar. Kegiatan rutin yang dilakukan tiap tahun menjadi bukti bahwa LKM sebagai representasi masyarakat dalam mengawal pembangunan dalam penanggulangan kemiskinan menjadi ha yang niscaya. Tentu patut kita bangga dan mengapresiasi kenirja LKM bersama perangkat LKM.UPK, UPL dan UPS.
Merawat  keberlanjutan program menjadi tantangan yang supersulit, salah satu untuk merawat keberlanjutan program itu dengan adanya pinjaman ekonomi bergullir. Ekonomi  yang baik, lancar dengan menyisakan laba UPK diakhir tahun bisa dimanfaatkan kembali kemasyarakat. Laba UPK Desa Gandu tahun 2017  Rp  26.284.751, laba ini tentu bisa dinikmati bersama oleh masyarakat Desa Gandu Kecamatan Bagor
Pembangunan saluran sepanjang 62  m dengan lebar 30 cm dengan dana 26 juta dari pembagian hasil laba UPK tahun 2016.  Warga masyrakat Desa Gandu sangat senang dengan pembangunan saluran ini, karena saat musim hujan, lokasi tersebut sering banjir, gotong royong dari warga sekitar pembangunan saluran tumpah ruah, yang laki-laki menjadi pekerja sementara kaum ibu-ibu berswadaya dalam bentuk konsumsi kata bapak Joko Sutrisno selaku Koordinator LKM Gandu Mandiri Sejahtera saat berbincang-bincang santai dilokasi pembangunan saluran.

Pembangunan saluran dikerjakan dengan durasi waktu 14 hari, Fasilitator teknik tim 1.11 Gunoto juga menyampaikan bahwa antusias warga dalam pekerjaan pembangunan saluran. Harapannya ekonomi bergulir yang menjadi penyambung dan keberlanjutan program baik kegiatan sosial, ekonomi dan lingkungan semakin membaik, sehingga kemanfaatan dari laba UPK tidak hanya menyentuk kegiatan lingkungan tetapi juga kegiatan sosial, ujar Gunoto. Bergerak melangkah bersama agar dana pinjaman bergulir bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga miskin,dalam bahasa KOTAKU, masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR), oleh karena itu, stop dan akhiri anggapan bahwa dana pinjaman bergulir itu sebagai dana hibah yang tidak usah dikembalikan.