Sabtu, 17 Maret 2018

SEJAHTERA BERSAMA KSM P2BM

Firdaus
Fasilitator Sosial Tim 1.13 
Awal mula KSM P2BM Desa Balongrejo Kecamatan Bagor adalah karena kegelisahan ibu-ibu rumah tangga yang ingin mempunyai penghasilan sendiri di samping mengurus rumah tangga tentunya. Banyak Ibu-ibu tersebut yang mengeluhkan kurangnya pendapatan tetap. Ada juga ibu ibu yang setiap hari hanya berkumpul  untuk gosip (ngrasani.Jawa)  orang lain, yang tidak ada manfaatnya. Mereka ingin mendapatkan penghasilan sampingan, di luar pendapatan tetap mereka. Mengeluh dan bergosip ria tentu tidak menghasilkan pendapatan keluarga, justru memantik persoalan jika yang tersinggung.
Aneka ragam persoalan yang menimpa kaum ibu-ibu relatif sama, maka pada akhirnya ibu-ibu berinisiatif untuk membentuk sebuah kelompok, tentu pembentukan kelompok tidak bisa dilepaskan dengan keterlibatan TIM 1.13 fasilitator Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), mengeluh tak akan merubah keadaan, lebih baik menyalakan lilin di ruang yang gelap, mengutuk keadaan tak akan menghasilkan pendapatan sebagaimana yang dicita-citakan kaum hawa ini, dengan kondisi ini, maka kaum ibu-ibu membentuk sebuah kelompok untuk merubah dan  memperbaiki taraf hidupnya.

Produk KSM P2BM Balong Oye
Pada hari Selasa Tanggal 12 September 2017 terbentuklah cikal bakal KSM P2BM yang diberi nama KSM Balong Oye. KSM ini terdiri dari 6 anggota yang semuanya adalah ibu-ibu rumah tangga. Berikhtiar menjadi jalan terbaik ketimbang meratapi keadaan
KSM Balong Oye rajin mengadakan pertemuan rutin yang diadakan setiap minggu, hal itu dilakukan untuk menambah keakaraban, memperkuat kekompakan dan kesolidaritas di dalam kelompok. dan tak berselang lama, sekitar satu bulan kemudian, kaum ibu-ibu menciptakan sebuah produk yang terbuat dari bahan tempe yaitu kripik tempe.
Berawal dari coba-coba dan praktek langsung, akhirnya kripik tempe yang mereka buat bisa dinikmati, keripik tempe yang gurih bisa dinikmati oleh semua kalangan. Dari kalangan keluarga dan tetangga, lama kelamaan kripik tempe hasil olahan mereka merambah ke pasar Nganjuk. Karena rasanya enak, banyak pembeli yang menyukainya. 

Untuk lebih mengembangkan diri, dan memperluas pasar. KSM Balong Oye perlu meramu sebuah strategi, seperti menjual melalui online. Harapan mereka hasil olahan kripik tempe mereka bisa menjangkau seluruh indonesia. Hal ini sangatlah mungkin terjadi dengan kekuatan internet. Semoga cita-cita mereka untuk mengembangkan diri bisa tercapai tidak lama lagi[]