Senin, 12 Maret 2018

TUNTASKAN KUMUH

 POKJA PKP mengadakan FOCUS Group Discussion (FGD) Pengurangan Kumuh


Pertemuan perdana kelompok kerja (Pokja) Perumahan dan Permukiman Kabupaten Nganjuk di ruang rapat Bappeda pada tanggal 5 Maret 2018 melahirkan auara optimisme untuk mengurangi kumuh ditahun 2019.  Focus Group Discuusion (FGD) yang dihadiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan TIM Korkot kluster 1 Kabupaten Jombang  sangat antusias mengikuti rangkaian acara. Terma yang diusung sebagai materi pokok  adalah pengurangan luasan kumuh. Dalam sambutannya, kepala Bappeda Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo(GW) sangat

Kepala Bappeda Gunawan Widagdo Membuka acara FGD
mengapreasiasi kegiatan tersebut. Lebih lanjut, Kepala Bappeda meminta POKJA PKP untuk melakukan langkah-langkah dan terobosan untuk melakukan sinergi dan kolaborasi agar 0% kumuh tuntas sebagaimana cita-cita pembangunan. Bahkan bapak GW meminta agar POKJA PKP memikirkan juga lokasi dampingan KOTAKU  yang tidak termasuk SK kumuh Bupati dan Bangkim untuk mendapatkan bantuan program, entah dari CSR, DAK dan lain sebagainya, begitu pesan yang disampaikan Kepala Bappeda dalam sambutan sekaligus membuka acara FGD POKJA KOTAKU

Sementara Bapak Muji Subagyo ST Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan  Bappeda dalam sambutannya agar penuntasan kumuh itu harus sama-sama bergerak, terutama pihak konsultan program KOTAKU untuk aktif dan menjemput bola, sehingga cita-cita pengurangan kumuh cepet tertatasi. Senada dengan itu, Bapak Supardi SE  sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KOTAKU  2018 sangat optimis untuk menuntaskan luasan kumuh 48.38 ha di lokasi SK. Dimana kegiatan skala lingkungan bisa dikolaborasikan dan disinergikan dengan dana DAK, APBD, RTLH. Yang pennting datanya valid yang ada di RPLP.
Memasuki acara inti yaitu terkait dengan pengurangan kumuh, dipandu langsung oleh Agung Wibowo sebagai Asisten Kota safeguard dibantu oleh Hanifa Asisten Kota Urban Planer menyampaikan materi. Peserta FGD dengan cermat mengikuti materi pengurangan kumuh. Alur dan formula yang disampaikan Agung juga memantik beberapa pertanyaan, namun Agung dan Hanifa mampu memberikan pemahaman secara utuh mengenai materi yang disampaikan kepada POKJA

Pada saat yang sama Elok sebagai askot Kelembagaan dan Koloborasi  juga menyampaikan bahwa salah satu cara agar target pengurangan kumuh bisa cepat dan tuntas adalah dengan cara berkolaborasi. Kolaborasi berbagai pihak, OPD dan swasta untuk melibatkan diri agar masalah kumuh tidak hanya menjadi persoalan pemerintah semata, sehingga Elok  menyampaikan pentingnya membentuk Forum Kolaborasi sebagai wadah dan media belajar multistakholdersagar berbagai persoalan pembangunan termasuk menuntaskan 100-0-100 berjalan efektif, ujar Elok.

Akan tetapi forum itu sudah telat dan tidak efektif, biarkan POKJA PKP saja yang menjadi motor dalam pengurangan kumuh kata Bapak Supardi menimpali
Dalam kesempatan berikutnya Saiun Ngalim, menyampaikan materi tugas dan fungsi POKJA PKP, salah satu poin penting dari tugas pokja adalah berperan untuk menjalankan kolaborasi sebagai  representasi pemerintahan daerah[]