Jumat, 13 April 2018

DINKES MELIBATKAN KOTAKU DALAM PENYULUHAN PANGAN PIRT UMKM

NGANJUK Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk kembali mengadakan penyuluhan keamanan pangan. Sebanyak 35 pengusaha makanan di Kabupaten Nganjuk mengikuti penyuluhan di Aula Dinkes Nganjuk, Rabu (11/4).  Dra. Sri Soebekti,MM, Kepada Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) menjelaskan penyuluhan yang dilaksanakan mulai pagi sampai sore bertujuan untuk menjamin keamanan bagi konsumen, keamanan bagi produsen, meningkatkan produk,  meningkatkan pengetahuan produsen pangan industri rumah tangga dalam menghasilkan produk pangan yang aman dan bermutu serta memiliki daya saing.
Dra. Sri Soebekti,MM,   Kepada Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK)
“Penyuluhan ini agar bapak dan ibu semua bisa mendapatkan sertifikat keamanan pangan, sebagai salah satu syarat mendapatkan legalitas pengakuan keamanan makanan dari Dinkes. Berupa nomor Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT)” tambah ibu Sri
Pada tahun 2017, pelaku industri makanan rumah tangga yang sudah mengantongi izin PIRT berjumlah sekitar 791. Menurut Sri Soebekti, selaku kepaLa Bidang menyampaikan bahwa, angka tersebut masih terhitung sedikit. Masih banyak pelaku usaha yang belum mendaftarkan diri.
Penyuluhan  yang diadakan di Jl. Dr. Soetomo No. 77 ini, dipandu oleh 3 orang dari Dinkes, yaitu Erik S, Gatot Subiantoro dan Mamah. Dari Program KOTAKU juga mengirimkan peserta KSM P2BM dalam pelatihan PIRT. Dalam penyuluhan tersebut dilakukan pula Pre test dan Post test sebagai evaluasi, penilaian kemampuan, pemahaman peserta atas materi yang diberikan. Makanan yang lebih dari 7 hari harus mendapatkan P.IRT , sedangkan yang sekali habis tidak perlu PIRT. Didatangkan pula pembicara dari pengolah makanan unik, Awalinda Bestari F. Design unik dan pemasaran yang bagus menjadi fokus materi yang disampaikan.
Peserta pelatihan PIRT
Agar proses waktu pengurusan izin tidak mengganggu pemasaran, Dinkes Nganjuk akan langsung dahulu melakukan peninjauan langsung ke lokasi produksi, apakah layak apa tidak. Sehingga akan aman dikonsumsi oleh konsumen. Apabila telah memenuhi kriteria dapat diterbitkan Sertifikat P-IRT yang berlaku 5 tahun. Apabila tidak memenuhi syarat akan dilakukan pembinaan dan bimbingan untuk bisa memenuhi persyaratan dan dapat diberikan sertifikat PIRT.
dari kanan Fasos Diyah, Ibu Sri Kabag SDK dan Merry C Fasos