Minggu, 06 Mei 2018

BELAJAR TANPA BATAS BERSAMA KSM P2BM SUGIHWARAS


Setiap orang adalah guru, setiap tempat itu sekolah dan setiap buku adalah sumber ilmu. Adagium penuh makna dan penuh  pesan inspiratif  itu lahir bersama kaum hawa yang penuh  spirit di Desa Sugihwaras.  
Ada binar yang berpendar menyelimuti kaum ibu-ibu ini, rasa optimisme mengental mengayuh langkah bersama untuk meraih cita dan sejahtera. Hari rabu jam 11.30 tanggal 12/4/18 saya sebagai Askot Mandiri  dan Askot MK Ellyn C Putranti bersama Tim 1.11  yang dinahkodai oleh Danar Dono dan seluruh Fasilitator Ekonomi  berkunjung ke  salah satu rumah ketua KSM Berkah ibu Sri Hartini. Di rumah ibu Sri Hartini itu ada pertemuan KSM P2BM. KSM yang terbentuk pada bulan Oktober  tahun 2017 dengan modal awal 90.000 dengan anggota 9 orang. Uang 90.000 ribu tersebut menjadi modal untuk memproduksi keripik tempe KSM berkah, dan  pada saat ini sudah bertambah anggotanya menjadi 11 orang, dan terkumpul uang sebesar 2.226.000 dari penjualan tempe buatan ibu-ibu yang tergabung dalam KSM
Berkah.
Tak terasa sudah lima bulan berjalan KSM Berkah ini, dengan prinsip dan kesepakatan bersama bahwa yang mau menjadi anggota KSM berkah adalah orang yang mau bekerja. Tak hanya berpangku tangan, tak hanya memelas untuk mendapat pinjaman uang dari UPK sebagaimana kisah kelam pinjaman ekonomi bergulir. Tetapi menjadi anggota KSM berkah adalah orang yang mau bekerja memproduksi keripik tempe,orang yang memiliki etos dan kemauan keras untuk maju dan sejahtera bersama, itulah yang disampaikan oleh ibu Darmaji sebagai sekretaris KSM dengan penuh semangat.
Pada kesempatan itu, Ellyn sebagai askot MK banyak mendengar cerita, keluh kesah ibu-ibu selama berkelompok dalam wadah KSM P2BM. Mulai dari terbatasnya alat pengiris tempe, modal yang terbatas, dan tenaga untuk memproduksi keripik tempe yang belum rutin dilakukan mengingat pembuatan keripik tersebut masih ditangani kaum ibu-ibu internal KSM, sehingga jika ibu-ibu KSM sibuk, maka berhentilah tidak memproduksi keripik tempe tersebut.
Tentu ke depan KSM Berkah ini harus dikelola, didesain kelompoknya semakin tertata. Terutama mengenai persoalan produksi tempe yang tidak rutin. Hal ini mengakibatkan konsumen kurang dilayani dengan baik. Jika setiap ada yang mau membeli, tempenya tidak ada, maka akibatnya konsumen mengalami ketidakpercayaan kepada KSM berkah, dan gilirannya nanti akan pindah ke tempat lain untuk membeli tempe.
Sebagai emberio KSM P2BM, fasilitasi dan motivasi oleh kita sebagai pendamping sangat perlu dan harus intens dilakukan. Menata kelembagaan KSM, pemasaran produk, bahkan melahirkan beberapa KSM P2BM menjadi target utama agar pengurangan masyarakat yang memiliki pendapatan rendah bisa terwujud.
Bahkan yang perlu segera ditindaklanjuti adalah pengurusan mengenai Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Karena KSM Berkah sudah mengikuti pelathan PIRT oleh Dinas Kesehatan Nganjuk pada tanggal 11 bulan April 2018.  Hal ini sangat penting guna meningkatkan produktifitas dan profesionaliats KSM P2BM Berkah dalam memproduksi keripik tempe. Dan masyarakat semakin percaya mengenai kualitas dan higienitas keripik tempe KSM P2BM Desa  Sugihwaras[]