Selasa, 31 Juli 2018

Meraih Harapan dengan Optimalisasi KSM P2BM,

Kertosono, Beberapa waktu ini di Kabupaten Nganjuk sedang ramai tentang beralihnya fungsi  fasilitator menjadi Debt Collector yang ikut berjuang bersama LKM dan UPK (unit Pengelola Keuangan) LKM untuk menurunkan tingkat kemacetan dibeberapa KSM.  hal tersebut  mau tidak mau dilakukan agar kemacetan yang terjadi di UPK bisa berkurang.  Keterlibatan fasilitator dalam menagih KSM macet lantaran keberfungsian UPK dan kelembagaan LKM sebagai pengelola dan pengendali  kegiatan di mana salah satunya ekonomi bergulir mengalami  disfungsi. Diperparah lagi kerjasama LKM dan Pemerintah Desa/Kelurahan yang kurang maksimal.
Pada sisi lain yang menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua adalah mengembangkan KSM P2BM (Pengembangan Penghidupan Berbasis Masyarakat) yang memiliki lima dasar sebagai acuan untuk kelompok atau dikenal dengan Panca Sutra yaitu 1. Pertemuan Rutin, 2. Tabungan, 3. Pembukuan/Pencatatan, 4.Pinjaman dan 5. Pengembalian. Tujuan dari terbentuknya KSM P2BM ini adalah agar masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) dapat mengetahui dan mengembangkan potensi yang ada di desanya. Salah alasan mendasar mengenai KSM panca sutra adalah 

Pertama kenapa harus menerapkan pertemuan rutin? Pertemuan rutin adalah tempat untuk kita berdiskusi dan saling memberi pencerahan potensi yang ada dalam pribadi setiap anggota, tidak hanya itu pertemuan rutin juga bisa menjadi ajang untuk menentukan langkah startegis ke depan, agar pembentukan kelompok KSM P2BM adalah benar-benar kelompok, bukan kerumunan atau gerombolan
Kedua Kenapa Harus Ada Tabungan? Tabungan menjadi hal yang mendasar untuk sebuah kelompok  Ketiga Kenapa harus ada pembukuaan/Pencatatan? Setiap perkumpulan yang mengelola uang atau melakukan transaksi harus ada pencatatan keluar masuknya uang tersebut agar tercapai azas transparansi dan akuntabel. Keempat kenapa harus ada Pinjaman? Setiap anggota kelompok yang memiliki usaha dan usaha tidak selalu mendapat keuntungan adakalanya usaha kekurangan modal, maka keuantungan dari berkelompok bisa mengakses pinjaman kepada kelompok tersebut sehingga usaha dari setiap anggota tersebut terus dapat berjalan tanpa meminjam kepada pihak lain yang memiliki bunga cukup besar. Kelima kenapa harus ada pengembalian? Pertanyaan terakhir ini mengacu pada pertanyaan yang keempat, karena jika setiap anggota melakukan pinjaman dan tidak ada pengembalian ini akan menghancurkan kelompok itu sendiri

Itulah lima azas yang harus dikembangkan oleh KSM P2BM (Pengembangan Penghidupan Berbasis Masyarakat) dengan lima azas tersebut diharapakan setiap desa memiliki kelompok minimal satu kelompok disetiap desa agar tercapai tujuan Penghidupan yang berkelanjutan (Livelihood) dan tidak ada kebingungan bersama tentang Potensi yang dimiliki desa.
Andrie wongso, salah satu motivator ulung yang dimiliki Indonesia mengatakan, tidak ada langkah seribu tanpa dimulai langkah satu. Dengan kata lain tidak ada kelompok besar jika tidak dimulai kelompok kecil. Salah satu kelompok kecil  dalam hal ini KSM  P2BM sebagai media berhimpunnya orang-orang yang memiliki etos dan kemauan belajar dalam meningkatkan dirinya melalui pertemuan itu.
KSM P2BM  diharapkan menjadi media berkumpulnya orang-orang kreatif dan inovatif sehingga kemandirian dan kesejahteraan sebagai cita-cita luhur bisa tercipta. Tentu kebersamaan, kekompakan, persamaan visi  tak semudah  yang kita bayangkan, tetapi bukan hal yang tidak bisa jika dilandasi dengan semangat belajar dan ikhtiar untuk meraih perubahan[]
 Penulis adalah Fasilitator Sosial Tim 1.10 Kec. Kertosono