Senin, 24 September 2018

KEBERLANJUTAN KOLABORASI KOTAKU DENGAN DISPERINDAG KABUPATEN NGANJUK


Tak hanya berhenti pada satu atau dua program kolaborasi antara pihak Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG). Saat  ini kolaborasi dilakukan melalui peningkatan kualitas produk unggulan usaha masyarakat dengan mengadakan pelatihan pengemasan yang diadakan oleh pihak Disperindag Kabupaten Nganjuk. Pihak Disperindag menggandeng KOTAKU dalam memfasilitasi pelatihan pengemasan produk usaha masyarakat dalam bentuk Bimtek Pengemasan Produk IKM Makanan, Minuman Di Jawa Timur di Kabupaten Nganjuk. Berbagai macam hasil produk usaha makanan dan minuman ditampilkan dalam kegiatan tersebut
Pelatihan pengemasan yang diselenggarakan pihak Disperindag ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari berturut-turut yaitu hari Kamis dan Jumat pada tanggal 20-21 September 2018. Pelatihan ini memfasilitasi peningkatan produk usaha kelompok kecil dan menengah berupa peningkatan kualitas kemasan produk mereka. Pelatihan ini memfasilitasi 40 orang yang mempunyai produk makanan dan minuman.Salah satu narasumbernya adalah Ibu Yunita Wahyono (Ibu Yuni, panggilan akrab beliau).
Beliau adalah pengusaha camilan aneka produk dari bahan jagung, mulai dari emping jagung, coklat jagung, es krim jagung dan masih banyak olahan dari bahan jagung lainnya. Produk beliau sudah menjalar sampai ke nusantara bahkan sampai ke luar negeri. Beliau menyampaikan produk walaupun dengan rasa yang enak tapi tanpa kemasan yang bagus masih menjadi kendala dalam pemasaran. Berbagai macam bentuk kemasan haruslah dapat menempatkan pada pasaran yang ada, ujar Bu Yuni.
Dalam pelatihan ini, KOTAKU ikut berpartisipasi melalui binaan yang muncul dari embrio kegiatan Pengembangan Penghidupan Berbasis Masyarakat (P2BM). Walaupun dalam kegiatan P2BM ini dilakukan secara berkelompok namun secara sistematis dalam pembagian tugas atau pekerjaan, diberikan tanggung jawab masing-masing, baik dari segi bahan baku, pembuatan, pengemasan bahkan pemasaran. Untuk itu masing-masing kelompok mengirimkan 1 (satu) anggotanya mengikuti pelatihan berdasarkan spesifikasi tugas atau pekerjaan dalam usaha kelompok tersebut.
Ada sekitar 4 orang binaan KOTAKU yang berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan pengemasan tersebut. Kuota yang masih minim ini menjadikan wacana untuk terus berkolaborasi antara KOTAKU dan Disperindag guna memfasilitasi masyarakat khusunya untuk kalangan usaha kecil dan menengah.
Diharapkan dengan adanya kegiatan kolaborasi ini dapat menggali masalah dan potensi yang ada di setiap Desa/ Kelurahan, khususnya yang ada diwilayah Kabupaten Nganjuk sehingga dapat menjawab kebutuhan pada tiap-tiap wilayah dengan tujuan meningkatkan pendapatan MBR (“Masyarakat  Berpenghasilan Rendah” dalam istilah Program KOTAKU) dengan memfasilitasi berbagai kegiatan yang terkait. Dengan memunculkan embrio KSM P2BM yang sudah ada, dimaksudkan dapat melahirkan KSM P2BM lainnya dengan berbagai macam produk unggulan lainnya sehingga setidaknya dapat mengurangi tingkat kekumuhan di masyarakat dengan meningkatkan pendapatan mereka.
Pelibatan banyak pihak dalam penanganan kumuh memang diperlukan karena permasalahan kumuh mencakup berbagai kompenen dalam setiap waktu sehingga kegiatan kolaborasi memang diperlukan karena kolaborasi harga mati.