Selasa, 06 November 2018

MANIS RUPANYA, SEDAP RASANYA


KERTOSONO identik dengan pecel dan tumpang. Manakala orang menyebut nama Kertosono, maka yang terlintas pertamakali adalah nasi pecel dan tumpang. Masyarakat Jawa Timur pasti sangat mengenal kuliner ini, diseluruh daerah di Jawa Timur memiliki cita rasa sambal pecel yang berbeda-beda. Di Kecamatan Kertosono, setiap malam menjadi menu favorit.  Masyarakat di sini banyak sekali pedagang kaki lima/lesehan berjejer menjual nasi pecel dari ujung barat, timur dan selatan dipenuhi oleh pedagang nasi pecel. Selain harga yang terjangkau nasi pecel memiliki porsi yang pas untuk makan malam ditambah dengan sayur-sayuran yang banyak mengandung gizi untuk mencukupi kebutuhan tubuh.
Dari  13 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Kertosono ada satu desa yang merupakan tempat para legenda pembuat sambal pecel yang sangat terkenal se-antero Kabupaten Nganjuk yaitu Desa Pandantoyo. Banyak masyarakat Jawa Timur yang merantau ke luar kota bahkan ke luar negeri, merasa kangen akan makanan khas yang satu ini, oleh karena itu ada inisiatif dari warga Desa Pandantoyo untuk berkelompok dan membuat sambel pecel secara bersama dalam bentuk instans dan keinginan untuk menjadikan desa Pandantoyo sentral sambel pecel.
Dari inisiatif masyarakat tersebut sudah dilakukan pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) P2BM  yang diberi nama PANDANTOYO SEDAP yang digawangi oleh Ibu Titin, Ibu Gendro, ibu Wari, Ibu Lujeng dan Ibu Ningsih. Beberapa kali sudah kelompok tersebut mengumpulkan dan mempraktekan aneka resep dari para legenda pembuat sambel pecel agar bisa dikemas dan dapat bertahan lebih lama, dengan motivasi yang begitu tinggi dari 5 orang tersebut selalu belajar untuk mendapatkan cita rasa pecel yang bisa pas di lidah konsumen dan semua yang dilakukan oleh kelompok tersebut dilakukan secara swadaya.
Awal dari pengemasan sambel pecel sangatlah sederhana walaupun rasa dari sambel pecel sudah sangat nikmat, dengan kemasan yang sangat sederhana mereka sudah mampu untuk memasarkan serta sambel pecel tersebut sudah laku minimal untuk mengembalikan modal yang mereka kumpulkan dari dana swadaya, oleh karena itu beberapa waktu lalu kelompok PANDANTOYO SEDAP mengikuti pelatihan pengemasan yang diadakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk, pada pelatihan tersebut yang diwakili oleh Ibu Wari membuka pengetahuan tentang kemasan-kemasan yang cocok untuk mengemas sambal pecel yang bisa menarik konsumen dan menaikan harga dari sambel pecel tersebut, dalam pelatihan tersebut juga kelompok termotivasi untuk bisa menjual sambal pecel lebih luas lagi dikarenakan ada kesempatan untuk lebih meningkatkan penjualan sesuai dengan Visi dan Misi Bupati Kabupaten Nganjuk yang berkeinginan untuk memajukan para pengusaha-pengusaha Kecil dan Menengah.  
Setelah melakukan pelatihan pengemasan, kelompok PANDANTOYO SEDAP juga mengikuti penyuluhan tentang keamanan pangan dan survey lokasi produksi yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan Ijin Produksi Rumah Tangga (P-IRT) dalam survey lokasi produksi tersebut dilakukan penilaian tentang keamanan bahan baku dan kebersihan tempat produksi, sekali lagi dari hasil survey tersebut KSM P2BM PANDANTOYO SEDAP memuaskan Dinas Kesehatan
Dari lima orang tersebut bisa kita lihat bahwa perubahan tidak bisa dilakukan tanpa ada pengorbanan dan kerja keras, yang bisa dilakukan oleh Tim Fasilitator hanya memotivasi agar kelompok tersebut bisa berkembang dengan PANCA SUTRA. Yang diharapkan dari KSM PANDANTOYO SEDAP adalah perhatian  dari Pemerintah baik pemerintah desa, kecamatan maupun kabupaten untuk selalu mendukung kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, semoga dengan KSM PANDANTOYO SEDAP menjadi media dan gerakan perubahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat[]
Penulis adalah Fasilitator Sosial Tim 1. 10 Kec Kertosono