Header Ads

test

Guyangan Bergoyang Lagi


Kelompok Swadaya Masyarakat  (KSM) ini awalnya sempat vakum cukup lama sekitar satu tahun. Salah satu sebabnya adalah ada beberapa anggota yang tidak aktif. Setelah ada Peningkatan Kapasitas Masyarakat  (PKM)  kembali pada  tahun 2018, akhirnya KSM yang bernama Srikandi ini bisa kembali aktif, KSM yang mati suri akhirnya bergoyang kembali lantaran mengikuti PKM. Memotivasi, memfasilitasi dan melakukan pendekatan persuasi adalah cara agar yang pasif menjadi aktif, yang tidak perduli menjadi perduli, yang belum kreatif menjadi kreatif
Tantangan bagi seorang fasilitator adalah menebar mimpi optimisme di masyarakat. menginspirasi dikala masyarakat sudah putus urat nadi optimisme di tengah persoalan hidup yang ia hadapi. tidak ada pilihan lain bagi kita sebagai pendamping agar menjadikan masyarakat sebagai mitra bahkan guru sehingga bisa saling belajar dan memotivasi.
Dengan mengikuti PKM pelatihan livelihood, KSM Srikandi memulai dengan memproduksi makanan ringan yaitu pastel yang berbahan dasar tepung terigu dengan modal awal Rp. 150.000,00 yang berasal dari iuran anggota. Makanan ini sudah banyak dikenal orang, sehingga untuk menemukan bahan-bahan pembuatnya tidaklah sulit. Bahan tersebut antara lain; tepung terigu, telur, gula, garam, skim dan air. 
Cara pembuatannya pun juga sangat mudah, yaitu mencampurkan telur, gula, garam dan skim. Kemudian diaduk sampai tercapuk semua baru masukkan tepung terigu dan diberi air sedikit demi sedikit sampai kalis. Diendapkan 30 menit kemudian baru di giling sampai adonan tersebut halus. Kemudian di cetak kecil-kecil dan diberi isi abon. Adonan yang sudah tercetak kemudian digoreng hingga kecoklatan. Setelah matang barus ditiriskan. 
 Pastel yang sudah jadi kemudian dimasukan kedalam kemasan plastik ukuran 0.25 kg, dan diber nama Cemiyang (cemal-cemil guyangan) karena pembuatannya berasal dari Kelurahan Guyangan, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk. 
 Awalnya dipasarkan secara tradisional dari teman keteman, kemudian merambat ke warung-warung makan. Dengan laba Rp.159.000,00 dalam sekali produksi menjadi semangat bagi KSM Srikandi untuk terus berproduksi. Sehingga agar usaha produksi pastel makin berkembang, salah satu anggotanya mengikuti pelatihan penyuluhan makanan dan minuman yang diadakan oleh Dinas Kesehatan 

Kabupaten Nganjuk untuk mendapatkan nomor P.IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) . KSM yang rutin mengadakan pertemuan setiap dua minggu sekali ini juga melakukan pencatatan terhadap tabungan wajib anggota sebesar Rp. 5.000,00. Pencatatan ini juga dilaporkan secara rutin kepada fasilitator setiap pertemuan. Harapannya, KSM ini busa berkelanjutan dan hasil usah produksi KSM Srikandi bisa melebarkan sayap ke mini market dan swalayan. [] 
Merry Christina Penulis adalah fasilitator sosial TIM 1.11