BERKAH DI TENGAN PANDEMI COVID-19 UNTUK PAK JUNI (MODAL MENYONGSONG KENORMALAN BARU NEW NORMAL


        





        Ancaman teror Covid-19 bagi Pak Juni membuat kehidupannya semakin nestapa, meskipun beliau tidak lebih sedih dan takut terhadap kondisi rumah tinggalnya yang semakin rapuh. Pak Juni merupakan salah satu profil warga Indonesia yang tidak mampu menerapkan pola bekerjanya dengan  WFH (Work From Home) atau bekerja dari rumah. Bekerja penuh waktu saja baginya hanya mampu untuk bertahan hidup apalagi untuk memperbaiki kondisi rumahnya yang sudah reyot, ……
Rumah adalah tempat kembali setelah seharian letih beraktifitas. Lantas bagaimana jika rumah sebagai tempat kembali tersebut bahkan tidak layak untuk dihuni? Pak Juni dan keluarganya yang tinggal di Desa Drenges, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk tepatnya di RT 1 RW 21 Dusun Sambijajar memiliki rumah yang tidak layak huni. Padahal rumah tersebut ditinggali oleh 5 (lima) orang, yaitu Pak Juni dan istrinya, Binti Nurchamidah serta 3 (tiga) orang anak yang satu diantaranya berkebutuhan khusus (difabel). Pak Juni selaku kepala keluarga sehari-hari bekerja serabutan dengan penghasilan pas-pasan.
Sebelumnya, rumah yang hanya berukuran 6m x 6m tersebut hanya beralaskan tanah dan beratap asbes, sedangkan dindingnya hanya terbuat dari anyaman bambu dan tidak memiliki jendela yang mana air akan masuk ke dalam rumah apabila diguyur hujan deras dengan disertai angin kencang. Untuk keperluan sanitasi, keluarga tersebut sehari-hari menumpang di rumah salah satu tetangganya karena tidak memiliki kamar mandi sendiri.
Melihat kondisi rumah salah satu warga yang tidak layak huni tersebut, LKM Taberi melalui KSM Rejeki menginisiasi kegiatan untuk membantu merenovasi rumah Pak Juni dengan memanfaatkan dana dari laba UPK sebesar Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) dan swadaya masyarakat sekitar sebesar Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah).
Pembangunan Rumah Pak Juni dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat pada pertengahan April 2020. Kini rumah Pak Juni sudah menjadi lebih layak huni dari sebelumnya. Harapannya dengan pembangunan yang dilakukan swadaya ini, dapat meningkatkan kualitas hidup antar masyarakat sehingga dapat tercipta lingkungan permukiman yang tidak kumuh. Bagi Pak Juni  istilah kenormalan baru sebagai dampak adanya COVID-19 adalah layaknya kondisi rumah mereka kini yang dilengkapi dengan jamban (sanitasi), sumber air minum serta kondisi atap, lantai dan dinding yang sudah sesuai standar. Anjuran untuk sesering mungkin cuci tangan menjadi lebih masuk akal bagi beliau dan keluarganya.
Sebagai info singkat, LKM Taberi merupakan LKM dampingan KOTAKU Nganjuk yang selama ini berjalan cukup baik dan berkembang sehingga laba dari UPK pun dapat digunakan untuk kegiatan sosial semacam ini yang juga dapat mengurangi skor kumuh di  lingkungan kumuh wilayah dampingan KOTAKU Kabupaten Nganjuk





Penulis : Anna (Sekretaris Kantor Akot Mandiri Nganjuk), M.Malik A